Merubah Budaya Kerja dan Tren Ruang Kantor yang Kekinian oleh Milenial

Merubah Budaya Kerja dan Tren Ruang Kantor yang Kekinian oleh Milenial

Generasi milenial membawa sejumlah keinginan serta menyokong transformasi di sana-sini. Kemajuan temuan teknologi yang kencang dan imbas gaya hidup generasi milenial ikut serta menyokong perubahan metode dan daerah kerja bermacam perusahaan di dunia.

Kantor yang semula cuma menjadi daerah kerja, pelan berubah menjadi daerah bersosialisasi dan berekreasi. Fenomena ini diucapkan oleh Rezki Ashriyana, seorang psikolog industri dan organisasi dari Universitas Padjadjaran dikala berbincang dengan ayobandung belum lama ini.

Baca Juga: virtual office jakarta murah

Keadaan itu menimbulkan sejumlah tantangan yang dihadapi para pemimpin perusahaan. Dari sebagian penelitian yang dijalankan, Rezki menyebut, cuma 50% meja kantor terisi oleh pegawai. Pun, cuma beberapa kecil karyawan mengaku merasa terikat dengan kantor. Kecuali itu, penelitian juga menampakkan adanya penurunan keperluan kepada ruang kantor.

“Sistem dan daerah kita berprofesi dikala ini akan amat berbeda pada tahun 2020 akan datang. Milenial yang mendominasi di tiap-tiap perusahaan mengharapkan adanya keberagaman dan flesibilitas dalam kantor,” ujar Rezki.

Tidak cuma kultur kerja, evolusi juga terjadi pada popularitas desain ruang kantor yang mulanya formal dan hierarki, berganti ke ruang kerja berbasis kegiatan. Perubahan itu dijalankan untuk memberikan rasa nyaman terhadap tiap-tiap karyawan, sekalian memberikan wadah untuk bersosialisasi guna meningkatkan rasa keterikatan karyawan dengan tempatnya berprofesi.

Perkembangan gaya kerja ini hakekatnya diberi pengaruh dari gaya dan generasi yang berbeda. Seiring perkembangan zaman, generasi milenial dan perkembangan teknologi malah timbul, sehingga tuntutan pelaksanaan kerja tak melulu seharusnya duduk di meja kantor. “Popularitas kerja yang gandrung di milenial itu kini di mana saja boleh, sebab kini yang dipentingkan ialah produktivitas atau alhasil,” kata Rezki.

Tradisi kerja seperti demikian itu gampang bikin generasi milenial kepincut. Karena, kultur kerja anyar ini menawarkan pengalaman. Tidak heran sekiranya popularitas kantor bersama atau yang diketahui dengan istilah co-working space kian menjamur di zaman kiwari. Tawaran suasana kerja yang lebih santai, tidak adanya regulasi berbusana kantoran, serta pengalaman menjadi angin segar bagi milenial yang dapat membangkitkan produktivitas.

Hal ini, lanjut Rezki, digambarkan oleh bermacam penelitian yang mengatakan bahwa kultur santai dan adanya ruang terbuka hijau dapat membikin pekerja lebih merasa nyaman.

“Dengan kian berkembangnya teknologi yang mempermudah akan membikin kian banyak orang berprofesi dari rumah. Garis batas antara berprofesi dengan wisata menjadi samar. Walhasil, pekerja gembira,” kata Rezki.

Sumber: http://servio.co.id/