Tidak Semua AC di Indonesia Menggunakan Inverter

Tidak Semua AC di Indonesia Menggunakan Inverter

Kampanye hemat tenaga yang digalakkan pemerintah masih kurang dukungan. Hal itu dibeberkan dari data Kementerian Tenaga dan Sumber Tenaga Mineral (ESDM) yang cuma mencatat masyarakat pengguna AC inverter atau hemat tenaga baru 9 persen saja.

“Terdapat 2,5 juta AC yang dipasarkan di Indonesia tiap-tiap tahunnya. Jumlah ini akan meningkat meniru meningkatnya kesejahteraan keluarga Indonesia. Melainkan AC yang menerapkan inverter ketika ini di Indonesia berdasarkan data baru sejumlah 9 persen selebihnya belum menerapkan teknologi inverter,” terang Direktur Konservasi Tenaga pada Direktorat Jenderal Tenaga Baru ESDM, Hariyanto, dalam acara Press Conference LG AC Certification Energy Saving di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (14/8/2018) lalu.

Baca Juga: service ac batam

Meski berdasarkan Hariyanto, penerapan inverter benar-benar penting sebab berkhasiat untuk menghemat tenaga dan menekan efek gas rumah kaca. Berdasarkan ia, sekarang banyak AC boros yang disukai masyarakat lantaran harganya murah.

“Karenanya imbasnya yaitu penerapan tenaga di rumah tangga akan menjadi benar-benar tinggi, meskipun sektor rumah tangga yaitu pengguna listrik terbesar,” ucap ia.
Oleh sebab itu, ia mengapresiasi hadirnya dua varian AC LG klasifikasi Single

Commercial Air Conditioning adalah variasi Floor Standing dan Ceiling Cassette.
“Kami mendorong tiap-tiap upaya penghematan tenaga via produk yang dapat berkontribusi dalam penghematan tenaga secara nasional,” terang ia.

Sebelumnya, EPES UI meneliti kesanggupan inverter pada AC LG variasi Floor Standing dan Ceiling Cassette selama 2 bulan. Dua pengontrolan temperatur diatur adalah 180 C dan 240 C dalam muatan pendinginan 20% mewakili temperatur sekitar adem seperti malam hari, 50% cuaca normal dan 100% ketika cuaca terik.

“Dari beragam pengujian kami menerima hasil Single Commercial Air Conditioning LG dengan kompresor inventer cakap menekan penerapan listrik secara signifikan dibandingi dengan produk sejenis tanpa teknologi inverter. Variasi Floor Standing tingkat penghematan 62% dan variasi ceiling cassette penghematan listrik sampai 50%,” terang Head of Electrical Power and Energy Studies (EPES) Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa.

Sementara President Director LG Electronics Indonesia Seungmin Park mengatakan sertifikasi ini yaitu bukti kontribusi LG kepada lingkungan.

“Dengan sertifikasi yang diperoleh dari regu EPES UI, LG mau konsumen lebih percaya menerapkan LG Single Commercial AC dan menikmati profit seperti yang dijanjikan. Hal ini akan menarik lebih banyak konsumen sehingga mendorong Indonesia yang lebih hijau,” kata Seungmin Park.

 

Baca Juga: jasa ac batam