Masakan Jawa Timur Manjakan Lidah

Masakan Jawa Timur Manjakan Lidah

Kepulan asap kuliner membubung di zona parkir sisi barat Summarecon Mal Bekasi (SMB), Kota Bekasi, Senin (27/8). Asap yang memunculkan wewangian harum itu menggugah selera pengunjung mal terbesar di Bekasi hal yang demikian.

Ya, ratusan jajanan masakan khas Jawa Timur (Jatim) dengan rasa yang pasti nikmat hadir di SMB. Ratusan makanan lezat hal yang demikian dari 80 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Untuk keenam kalinya SMB menghadirkan Festival Masakan Bekasi (FKB) selama 32 hari di The Downntowon Walk.

Acara ini mengusung tagline “Weteng Wareg Ati Marem Rek”, yang artinya Perut Kembung Hati Bahagia. Dengan demikian, pengunjung FKB 2018 tak cuma dapat merasakan masakan lezat, namun juga bisa menyaksikan pertunjukan tradisi, gelanggang permainan buah hati, hiburan musik, sampai aksi dari kelompok sosial pencinta binatang. ( Baca juga : Resep pasta )

Pencinta masakan dimanjakan dengan bermacam menu kuliner khas dari Jatim ataupun Nusantara. Sebagian tenant menyampaikan menu khas Jatim di antaranya, Raja Rawon, Cwie Mie Khas Malang, Lontong Balap, Sego Pecel Ndeso Mr J, Sego Resek khas Malang, Bakso Malang, dan masih banyak lagi.

“Kami tiap-tiap tahun menyampaikan berbagai jajanan masakan dari Nusantara ataupun dari kuliner Eropa. Melainkan, d itahun keenam ini kami menyampaikan makanan khas Jatim ataupun Nusantara,” ujar Center Director Summarecon Mal Bekasi Ugi Cahyono, kepadaKORAN SINDO.

Menurutnya, banyak warga Bekasi merindukan makanan Jatim ini. Sebab itu, kata ia, pihaknya masih tetap untuk terus mengeksplorasi jenis masakan Tanah Air. Alasan makanan khas Jatim, lanjut ia, sebab rujukan keberagaman masakan lokal yang tengah berkembang di Tanah Air, mulai dari masakan khas Jatim sampai jenis masakan kekinian yang sedang digandungi warga Bekasi dan sekitarnya.

Ugi mengatakan pihaknya berupaya terus melestarikan sekalian mengedukasi kekayaan masakan lokal. Ia berkeinginan pengerjaan FKB akan menjadi wahana yang bagus bagi para pelaku UMKM, salah satunya memberi tahu seketika antara pembeli dan pedagang. Lahan seluas 7.600 meter persegi itu, kata Ugi, akan diisi 15 tenant seketika dari Jatim. Sementara 80 tenant lainnya akan dibagi 38 booth makanan dan 42 gerobakan. Sebagian menu yang ditawarkan antara lain Rujak Cingur & Selain Campur, Selain Tek, Es Goyang, Suwe Ora Kopi, Sate Tulang, Ketan Bakar, dan masih banyak lagi.

Untuk memenuhi permintaan konsumen kepada makanan pedas, FKB juga menghadirkan berbagai masakan pedas seperti Seblak Jeletet, Pentol & Ceker Seuhah, Ayam Bledos, dan Tempe Mendoan Jeletot. Untuk memanjakan pengunjung yang datang, lebih dahulu akan disambut dengan pintu masuk yang dihiasi dua buah replika anyaman kuda yang lazim dipakai pada tarian Kuda Lumping.

Kecuali itu, replika dua tugu ikonik di Surabaya, adalah Tugu Sura dan Buya serta Tugu Bambu Runcing juga akan membikin pengunjung terbawa ke dalam nuansa Kota Pahlawan. Ugi juga mengatakan terdapat tiga zona dekorasi booth yang bisa menambah estetika ketika meng abadikan peristiwa di FKB, merupakan zona Jatim yang menandakan rumah pedesaan, zona kampung Pecinan bergaya pertokoan Tionghoa Klasik, dan zona kampung warna-warni dengan hiasan gantungan payung dengan warna cemerlang yang ceria.

Terletak pentas tak keok menarik menandakan estetika burung merak dan replika harimau sebagai ciri khas tradisi Reog Ponorogo. Selama perjalanan FKB ini, kata Ugi, di tiap-tiap akhir minggu, pengunjung bisa me nyaksikan tari-tarian khas Jatim di antaranya Reog Ponorogo, Tari Gelipang, Tari Remo, dan Tari Jejer. Kecuali berbagai hiburan, tahun ini ada yang berbeda dengan hadirnya kelompok sosial pencinta binatang yang akan ikut memeriahkan di zona FKB 2018.

di dekat zona layar tancap, pengunjung bisa menemukan berbagai keunikan binatang-binatang yang berasal dari bermacam kelompok sosial seperti pameran ikan hias, kelompok sosial sugar glidder, reptil, serta aqua scape.

 

 

Artikel terkait : Kaldu bubuk