Ini Hasil Penelitiannya, Apa Anak Yang Suka Nakal Akan Sukses?

Informasi senang bagi ayah dan bunda yang merasa memiliki si kecil “jahil”, ialah si kecil yang mudah menyangkal apa yang dikatakan ayah dan bunda, menyukai memberontak, melanggar regulasi, dan sebagainya. Sebuah penelitian dijalankan secara kolaboratif antara pakar Bayaran University of Berlin (Jerman), University of Luxembourg, dan University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat, dengan melaksanakan pengamatan dan pengujian selama 42 tahun kepada sekitar 745 si kecil.

Penelitian ini pertama kali dijalankan ialah tahun 1968, dikala si kecil berusia 12 tahun. Penelitian itu berkonsentrasi pada aspek kecerdasan, perilaku, dan status sosio-ekonomi. Pada tahun 2008, dikala si kecil-si kecil itu berusia 54 tahun, para peneliti kembali memandang dan menguji si kecil-si kecil hal yang demikian untuk memandang apakah perilaku mereka dikala si kecil-si kecil berdampak kepada keadaan masa depan mereka.

Kesudahannya, seperti dipublikasikan di jurnal Development Psychology dan diberitakan Woman’s Day, para peneliti itu menemukan bahwa si kecil-si kecil yang dikala masa kecilnya cenderung jahil memiliki kehidupan yang berhasil dikala dewasa.

Pada penelitian itu menyuarakan, si kecil-si kecil susah dikendalikan sewaktu kecil akan mempunyai penghasilan lebih banyak dibandingi dengan si kecil penurut. Analitik para peneliti, sikap melawan atau menantang seorang si kecil dikala kecil membuatnya lebih gesit dalam mencari kesempatan dikala dewasa.

Artinya, mereka cenderung akan mencari profesi penuh tantangan yang berpotensi menerima penghasilan besar. Kecuali itu, terbukti kalau waktu kecilnya tak jarang memberontak, seseorang terbukti akan mempunyai motivasi tinggi menggambarkan bahwa mereka dapat menjadi orang berhasil.

DIkutip dari forum Teman Keluarga Kemendikbud, dari hasil penelitian itu para peneliti memberi saran supaya ayah dan bunda jangan panik dan memberikan sanksi dengan gaya sewenang-wenang pada si kecil yang menyukai memberontak.

Para ayah dan bunda direkomendasikan bijak dan bisa memberikan penjelasan dengan perlahan-perlahan supaya si kecil paham. Berikutnya, ayah dan bunda mengobrol seputar perilaku yang patut atau tak boleh dijalankan. Tapi, paling penting, ayah dan bunda patut memberi figur dan keteladanan ya