Modifikasi Motor dengan Stiker, Tidak Boleh

Pengguna motor sport di Indonesia lazimnya gatal memodifikasi tunggangannya agar tampil beda dari motor lain. Entah itu modifikasi performance ataupun sekedar modifikasi tampilan luar saja, seperti pemasangan cutting sticker atau decal pantas corak kegemaran.

Seandainya menjalankan modifikasi performance seperti ganti knalpot racing, ECU, atau meningkatkan kapasitas mesin (bore up), konsekuensinya telah terang. Garansi mesin dan kelistrikan otomatis gugur.

Lalu bagaimana dengan modifikasi pemasangan sticker atau di decal di motor? Apakah konsekuensinya bakal sama seperti apabila modifikasi performance?

“Seandainya hanya sebatas aksesori, pasang sticker. Itu nggak gugurkan garansi. Hanya jikalau udah berkaitan performance, kelistrikan. Itu tentu ada konsekuensi (gugur garansi),” kata Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya, di jeda-jeda acara pengumuman jawara CBR250RR Virtual Modification Challenge di JCC, Jakarta Sentra

Walaupun garansi pabrikan aman, bukan berarti modifikasi merubah cat dasar motor senantiasa aman ya Otolovers.

Yang perlu diamati juga kesesuaian warna motor dengan data di STNK (Surat Petunjuk Naik Kendaraan). Artinya apabila berkeinginan motor konsisten sah dikendarai di jalan raya, motor yang dimodifikasi menerapkan cat baru atau sticker, mesti menyesuaikan warna di STNK.