Warna Galaxy Akan Menjadi Tren Hijab

Tahun 2018 akan seketika usai dalam hitungan hari. Berganti tahun lazimnya diiringi oleh pergantian popularitas fashion, termasuk popularitas busana muslim. Sebagai negara mayoritas muslim, popularitas fashion jilbab di Indonesia mempunyai perputaran yang cukup kencang di semacam booth pameran.

Menghadapi pergantian tahun, desainer populer Hannie Hananto membocorkan prediksi popularitas fashion busana muslim di 2019. Menurutnya, tema besar yang banyak diterapkan yakni science fiction. Sebagian skor pentingnya yakni sebagai berikut.

1. Popularitas Warna Galaksi

“Warna pop art akan bergeser. Warna-warna galaksi, bintang, itu akan banyak diterapkan contohnya warna silver, hitam, biru dongker, mungkin juga hologram. Arahnya lebih ke futuristik,” tutur Hannie Hananto terhadap Wolipop di jeda acara launching MUFFEST 2019 di CGV Pasific Place Jakarta Selatan.

Warna-warna dingin berdasarkan Hannie akan lebih mendominasi di tahun 2019. Semesta akan memberikan banyak ide terhadap para desainer, tidak cuma warna tetapi mungkin juga format dan siluet.

2. Cutting Konsisten Sama

“Untuk busana muslim cutting tuh akan konsisten sama. Nggak akan jauh-jauh dari tunik, dress, gitu kan. Tetapi tekniknya mungkin akan berubah, akan ada teknik-teknik baru yang ditemukan,” tutur desainer yang lekat dengan nuansa playful itu terhadap Wolipop.

Dari tahun ke tahun, potongan busana muslim memang tak berubah jauh. Potongan kaftan contohnya, walaupun tidak senantiasa diterapkan tetapi akan ada peristiwa tertentu di mana kaftan akan diterapkan ialah dikala idul fitri.

3. Komputerisasi Printing Masih Popularitas

Kecuali itu, kain digital printing dan bercorak diperkirakan masih mewarnai tahun 2019. Popularitas ini diawali di tahun 2017 dan makin menggaung tahun ini. Tidak cuma jilbab atau pattern scarf saja, tetapi kain printing pada pakaian atau celana juga akan mewarnai tahun 2019.