KENALI 5 JENIS SEATING DALAM RUANG MEETING AGAR TAK SALAH PILIH

KENALI 5 JENIS SEATING DALAM RUANG MEETING AGAR TAK SALAH PILIH
Indonesia VC – Seperti yang telah Anda kenal, tiap ruang meeting mempunyai konsep dan desain seating yang berbeda-beda. Mulai dari U-Shape, Classroom, Boardroom dan masih banyak lagi. Tahukah Anda perbedaan dan fungsi dari tiap desain dan macam seating dari tiap ruang meeting hal yang demikian? Sebelum Anda salah memilih untuk meeting berikutnya, yuk kita bahas satu per satu!

U-SHAPE
Kebanyakan ruang meeting di Indonesia didesain dengan menerapkan seating U-Shaped, adalah ruang meeting dengan pola tempat duduk dan tempat duduk yang berbentuk seperti huruf U, cocok dengan namanya. Format huruf U ini umumnya diterapkan untuk meeting medium dengan kapasitas sampai 20 orang yang mempermudah sang pembicara untuk berinteraksi dan juga berkomunikasi dari tiap peserta yang ada. Dengan format U-Shape juga tiap peserta lebih gampang berinteraksi antara satu dan yang lainnya sebab wujudnya dengan konsep terbuka dan mempermudah tiap partisipan untuk berkontribusi. U-Shape ini juga lebih mengedepankan konsep kekeluargaaan sebab meja dan tempat duduknya yang memang sengaja didesain bersebelahan dan bersebrangan. Konsep seating ini umumnya benar-benar disukai oleh rapat perusahaan atau regu-regu medium. – Indonesia Venture Capital

TEATER
Untuk meeting kapasitas besar, Teater Style lah yang paling tak jarang diterapkan dan menjadi opsi yang paling ideal. Teater Style dapat dibilang kurang lebih salam dengan Classroom style, melainkan bedanya, di komponen tengah para peserta ini disediakan jalur terbuka yang memisahkan peserta yang duduk di sisi kiri dan sisi kanan. Umumnya, Teater Style ini cuma dapat diterapkan di ruangan yang berukuran besar untuk dapat mengakomodir tiap bagiannya. Umumnya juga, Teater Style ini tak memberikan fasilitas meja, sehingga kurang tepat sasaran untuk materi yang memerlukan banyak catatan.

Sebab Teater Style ini cuma dapat diterapkan di daerah yang besar, oleh sebab itu benar-benar diperlukan sound system, pencahayaan dan pun layar tambahan untuk mempermudah peserta yang duduk di tempat duduk paling atas atau paling belakang untuk konsisten dapat mencontoh materi dari pembicara hal yang demikian. Sayangnya juga, dengan desain Teater Style ini umumnya interaksi para peserta terbatas dan pun minim, oleh sebab itu cuma terpusat pada pembicaranya saja dan menjadi pendengar pasif.

BANQUET
Padahal satu ini memang jarang ditemukan di Indonesia, jikalau ada, lazimnya ruangan meeting yang satu ini bergaya glamor dan juga eksklusif sebab tak cuma diterapkan sebagai daerah meeting, melainkan juga dapat menjadi daerah lunch sekalian. Desain Banquet ini lazimnya lebih memakan daerah sebab tersedia ruangan kosong yang terbuang di tengah-tengah meja hal yang demikian, belum lagi jarak antara tiap meja pasti dijadikan berjarak cukup jauh untuk menjaga privasi satu sama lain. Meski konsep Banquet ini lebih bounding dan juga akrab, melainkan memerlukan ruangan yang cukup spacey dan juga harga sewa yang lebih mahal untuk mendapatkannya. – Venture capital indonesia

Ruangan meeting dengan konsep U-Shape ini memang bisa meningkatkan interaksi tiap peserta satu sama lain dan juga lebih terpusat terhadap satu pembicara yang dapat memandang ke tiap penjuru, melainkan sayangnya tak seluruh ruangan bisa didesain menjadi U-Shape ini sebab keterbatasan space, dapat dibilang, ruangan dengan desain U-Shape ini memerlukan space yang besar untuk dapat mengakomodir tiap peserta.

BOARDROOM
Kecuali U-Shape, Boardroom juga menjadi salah satu desain ruang rapat yang paling tak jarang ditemukan di Indonesia. Boardroom ini umumnya dapat menjangkau peserta sedikit hingga medium. Konsep ruangan Boardroom ini umumnya menerapkan meja panjang yang berada di tengah-tengah para peserta yang duduk berhadapan. Tentunya, konsep daerah duduk ini bisa mengoptimalkan komunikasi dan interaksi para peserta satu sama lain. Khusus itu sebab konsep tempat duduk yang berhadapan, bisa dipastikan bahwa 90% dari peserta hal yang demikian mempunyai tingkat fokus yang lebih optimal untuk mengamati pembicara. Konsep Boardroom ini diukur lebih optimal dan juga tepat sasaran sebab kecuali dapat meningkatkan interaksi, tiap peserta juga lebih gampang untuk mencatat bermacam hasil pembicaraan dan juga materi yang dipersembahkan. Tapi sayangnya, desain Boardroom ini tak dapat memfasilitasi jumlah peserta yang terlampau banyak sebab jangkauan dari ujung ke ujung yang terlalu jauh. Kecuali itu, untuk presentasi menerapkan layar atau proyektor juga semestinya diposisikan dengan optimal dan telah dipertimbangkan dengan bagus dan menentukan tiap peserta bisa menjangkau pembicara dengan bagus.

CLASSROOM
Seperti kembali ke masa sekolah dahulu, ruang meeting dengan desain Classroom ini memang dijadikan dengan meja dan tempat duduk berderet ke belakang dengan satu konsentrasi utama menghadap ke pembicara. Meski desain Classroom ini memang dapat mengakomodir peserta yang lebih banyak dan optimal, namun sayangnya teladan Classroom ini tak dapat meng-cover tiap partisipan yang hadir sebab dapat jadi peserta yang duduk di paling belakang tak konsentrasi dan tak dapat mendengar serta mengamati pembicara dengan optimal sebab adanya distraksi dan jarak yang cukup jauh dengan pembicara. Secara lagi, dikala partisipan lain di depannya yang mengganggu, semua partisipan lain yang duduk di belakangnya pasti terdistraksi. Desain Classroom ini memang tepat sasaran untuk kapasitas peserta yang sedikit hingga medium, melainkan jikalau dijalankan untuk meeting besar, desain Classroom ini kurang optimal sebab tak dapat menjangkau peserta yang paling belakang.