Seperti Apa Sejarah Coworking Space dan Faktor Intinya?

Seperti Apa Sejarah Coworking Space dan Faktor Intinya?
Popularitas ruang kerja coworking space mendukung para pelaku usaha merubah desain ruang kantor mereka menjadi coworking space, langsung seperti apa sejarah kemunculan bermacam ruang ini di Indonesia?

Baca : Coworking space di medan

Ketua Asosiasi Coworking Space Indonesia Faye Alund mengatakan asosiasi coworking space bergerak pertama 2016. Meski, coworking space pertama kali timbul di Bandung pada 2010, “Jadi 2010 itu pertama kali coworking space ada di Bandung, itu ada hackerspace. Itu mereka pekerja IT sewa rumah, kerja bareng, meski tampilannya tak cakep namun permulaan awalnya coworking space ya seperti itu,” jelas Faye di Equity Tower, Senin (8/10/2018).

Ia beranggapan, coworking space mempunyai ciri sebagai kancah dan ruang kelompok sosial. Karenanya coworking space tak mempunyai identitas tertentu sebagai perusahaan atau pekerja. Tidak heran seandainya pada awalnya coworking space identik untuk para freelancer dan pelaku industri komputerisasi maupun entrepreneur. Meski berdasarkan Faye, konsep coworking space dapat disadur pula di perusahaan.

“Perusahaan besar punya bangunan dan properti lebih baik, melainkan berkeinginan sebagus apa saja, yang penting ialah company culture. Perlu bisa suntikan inspirasi baru, nah, perseteruan-perseteruan itu yang membikin ruang kerja corporate beralih ke coworking space,” kata Faye. Ia menambahkan konsep coworking space sesungguhnya memberikan ruang interaksi dengan pihak lain di luar lembaga atau perusahaan. Dengan perbedaan perspektif dan transfer ilmu karenanya akan potensi melahirkan kolaborasi lintas perusahaan.

“Jadi ini bukan cuma untuk millenials, melainkan bagi siapa saja yang telah lahir dan berkembang pada era dunia online. Coworking space itu tak cuma untuk ruang interaksi bagi orang ekstrovert, melainkan juga menjawab keperluan ruang kerja orang introvert,” sambungnya.

Absensi coworking space juga mirip dengan fenomena absensi daerah gym. Mulanya, orang berdaya upaya, tak perlu pergi ke gym sebab dapat olahraga di lingkungan rumah. Tetapi lambat laun bisnis gym ramai peminat sebab tawaran untuk berkomunitas antar sesama member yang berkeinginan olah raga.
Mereka juga mempunyai kesibukan olah raga bersama yang menstimulasi orang untuk bergabung dan mendukung ekspansi bisnis gym.

“Jadi yang khususnya dari coworking space itu infrastruktur dan ekosistemnya,” kata Faye. Faye menyebut, infrastruktur jasmaniah khususnya di coworking space antara lain ada; listrik dan dunia online. Tetapi dua hal itu juga bukan elemen utama. Iklim dari coworking space betul-betul mempertimbangkan tingkat kenyamanan member coworking space.

“Seumpama, pernah ada kantor desain dan kelengkapan tempat duduk argonomis, tapi ada politik misal, nyinyir bos, dan lainnya. Keadaan itu kan membikin pekerja berkeinginan resign ya? Meski indikator di kantor itu orang betah sebab ada sahabat, asyik, mengasyikan, bukan cuma meja baik. Jadi infrastruktur bukan alasan utama untuk membangun coworking space. Yang penting ekosistem,” tutur Faye.

 

 

Baca juga : Coworking space medan