Manfaat Penangkal Petir Fungsi dan Cara Kerjanya

Petir adalah fenomena alam yang biasanya datang bersama dengan cuaca mendung dan hujan. Petir berupa kilatan sinar terang yang terlihat dilontarkan dari langit menuju permukaan bumi dengan disertai suara keras menggelegar yaitu merupaka listrik statis yang berkekuatan ribuan volt/watt. Apapun benda yang berada dipermukaan bumi dapat hancur jika tersambar petir secara langsung. Karena sifat penghancurnya tersebut, manusia yang dikaruniai nalar mencoba sesuatu supaya pengaruh dari petir ini dapat dihindari seminimal mungkin. Dengan hasil pemikiran tersebut maka muncullah suatu alat yang kini kita ketahui dengan nama penangkal petir.

Petir terjadi dimulai oleh adanya perbedaan potensial antara awan yang satu dengan yang lainnya serta bumi. Terjadinya muatan listrik pada awan terjadi sebab awan yang bergerak terus secara teratur dan berinteraksi dengan awan lainnya lalu kemudian timbullah muatan listrik negatif pada awan yang satunya dan muatan listrik positif pada awan lainnya. JIka perbedaan potensial antara awan dan bumi telah cukup besar, maka akan terjadi proses pembuangan elektron (muatan negatif) kebumi atau sebaliknya untuk menempuh keseimbangannya. Ketika pembuangan kelebihan bobot ini, elektron akan mengalir menembus udara , dan karena kapasitasnya yang sungguh-sungguh besar maka dari itu timbulah suatu kilatan sinar yang disertai ledakan besar – adalah apa yang kita sebut dengan petir.

Mengetahui lebih dekat penangkal petir, fungsi dan metode bekerjanya:

Pengaruh dari sambaran petir

Petir dapat menghempas apa saja yang berada dipermukaan bumi seperti pohon,gedung gedung dan makhluk hidup seperti manusia dan binatang. Jangan ditanya lagi hasilnya jika petir menyambar secara langsung terhadap makhluk hidup. Kalau petir ini menyambar gedung maka gedung itu sendiri dapat terbakar, mungkin malah dapat terbelah dan hancur. Selain itu kelengkapan elektronika seperti layar kaca, komputer atau apa saja dapat langsung rusak, hal terburuk petir juga dapat mengancam jiwa penghuni dari rumah yang terkena sambaran petir.

Sejarah terciptanya penangkal petir

Instalasi pemasangan penangkal petir pertama kali dikerjakan secara konvensional oleh Benjamin Franklin. Dia memasang sebuah terminal yang terbuat dari tembaga murni yang diarah ke langit, yang dikaitkan dengan kabel tembaga murni yang ditanam kedalam bumi. Kemudian experimen Franklin ini dianggap sebagai alat penangkal petir konvensional yang pertama kali dibuat. Sejak itulah penangkal petir kemudian dianggap sudah menyelamatkan banyak gedung dari bahaya petir sampai sekarang ini. Untuk mengenang jasa Benyamin Franklin, dia disebut juga sebagai Bapak Penangkal petir.

Komponen utama penangkal petir

1. Batang penangkal petir

Batang penangkal petir yaitu terbuat dari tembaga murni yang dibikin runcing pada ujungnya yang dipasang mengarah langit. Supaya dapat bekerja tepat sasaran,batang penangkal petir ini dipasang lebih tinggi dari gedung yang dilindungi. Mengapa ujung batang penangkal petir ini dibikin runcing? Sebab bobot listrik yang terkumpul akan mudah terlepas lewat ujung penghantar yang runcing.

2. Konduktor (Kabel)

Kabel /Konduktor penangkal petir ini terbuat dari sebagian kawat tembaga yang dihubungkan sampai mempunyai diameter sekitar 1 cm. Guna dari konduktor ini untuk meneruskan aliran listrik dari petir yang diterima oleh batang penangkal petir terhadap grounding. Konduktor ini umumnya dipasang diluar bangunan dengan memberi jarak sebagian cm dari dinding.

3. Grounding

Grounding (pembumian) ini berupa batang tembaga yang dilapisi dengan baja dengan diameter sekitar 1,5 cm dengan panjang 2 m sampai 3 m.

Sistem kerja penangkal petir

Petir yaitu listrik statik bermuatan elektron positif yang dapat diciptakan oleh proses kimia pada saat terbentuknya awan hujan. Sementara itu batang penangkal petir akan mengandung muatan listrik (elektron) negatif sesudah tersambung dengan grounding via konduktor. Sebab sifatnya sebagai elektron negatif, karenanya petir yang berpotensi menyambar gedung akan lebih dulu diterima oleh batang penangkal petir dan seketika dialirkan kedalam ground (bumi). Dengan demikian karenanya aliran listrik dari sambaran petir tersebut tak akan mengenai gedung. Memang petir yang akan mengarah secara seketika terhadap gedung dapat teratasi dengan adanya penangkal petir tadi. Lalu bagaimana dengan pengaruh tak langsung petir yang dapat merambat via kawat jaringan instalasi listrik? Terbukti pengaruh dari petir yang merambat lewat kawat jaringan listrik dapat merusak alat elektronik yang berada didalam gedung yang dihubungkan. Untuk itu selain alat penangkal petir konvensional diatas, supaya alat elektronik juga aman maka dari itu dibutuhkan juga alat yang namanya surge aresstor.

Metode menangkal petir yang diterapkan saat ini ada dua metode.

Metode pertama yaitu cara penangkal petir metode konvensional yang menerapkan metode seperti yang diterangkan diatas. Meskipun cara kedua yaitu cara penangkal petir metode Radius. Pada dasarnya sama dengan cara metode penangkal petir konvensional. Cakupan kawasan yang dilindungi oleh metode radius lebih luas dari metode konvensional. Frekuensi sambaran petir terhadap metode radius tentunya lebih banyak sebab luasnya zona yang dilindungi. Untuk itu metode ini harus mempunyai metode pembumian (grounding) yang lebih baik ketimbang metode konvensional.

Baca Juga: Harga Penangkal Petir