Menghadirkan Kembali Matematika Bernalar di Kelas Matematika

Sekolah Kristen – Acara ini terbuka untuk awam, termasuk dengan mengundang guru dan praktisi serta bertujuan menguji lebih dalam hasil penemuan kreatif pelajaran matematika yang sudah diciptakan mahasiswa program studi Ilmu Matematika Sampoerna University.

“Kesibukan ini yakni pengukuran mahasiswa dalam membikin desain pelajaran matematika dari konsep absurd ke konkret. Mereka diajak untuk mengerjakan terobosan dalam membikin media pelajaran matematika di kelas menjadi inovatif dan menyenangkan,” terang Dhitta Puti Sarasvati, Dosen Prodi Pengajaran Matematika Sampoerna University Darurat matematika Dekan Fakultas Ilmu Pengajaran Iwan Syahril memberi tahu dikala ini situasi pelajaran matematika di Indonesia belum menunjukan hasil yang memuaskan.

“Kita mengacu bermacam-macam hasil survei, percobaan atau penelitian banyak yang menampakkan pelajaran matematika di Indonesia masih belum menempuh hasil yang diinginkan,” ujarnya. Baca juga: Merubah Matematika, Menyulap Monster Jadi Peri Imut Menawan Soal “darurat matematika” ini juga kembali ditekankan Dhitta Puti Sarasvati dosen program studi Ilmu Matematika. “Yang membikin darurat sebab dalam pelajaran matematika justru tak terjadi pelaksanaan ‘bermatematika’ di mana siswa wajib bernalar, wajib menerangkan kebenaran gagasan. Tak ada matematika di kelas matematika, itu yang berdasarkan aku menjadi darurat matematika,” terang Puti. Guru sebagai “ujung tombak” – sekolah international jakarta

Di sinilah kemudian guru matematika mengambil peran yang sungguh-sungguh penting. “Kita tak mau siswa nantinya cuma cakap menghapal rumus saja tanpa dapat bernalar dan menerangkan alur berpikirnya,” terang Puti. Deshinta Argaswar menambahkan salah satu peran pengajar tak cuma mengajari konten saja melainkan juga melibatkan pelaksanaan refleksi.

“Para calon guru di daerah kami senantiasa diajak mengerjakan pelaksanaan refleksi untuk senantiasa bersikap kritis apakah ada pelaksanaan yang lebih bagus dan menumbuhkan antusiasme siswa dalam mempelajari matematika,” ujar Deshinta. Mempersiapkan guru bermutu Mengingat pentingnya peran guru dalam pelaksanaan pelajaran Dekan Fakultas Ilmu Pengajaran Iwan Syahril memberi tahu Sampoerna University mempunyai visi untuk melahirkan guru yang tak saja profesional melainkan juga diinginkan cakap menjawab tantangan abad 21.

“Lewat kurikulum dan cara pelajaran di Sampoerna University kami mau bisa melahirkan guru bermutu yang arif, pembelajar seumur hidup, mempunyai kecakapan komunikasi yang bagus serta cakap memakai teknologi mutakhir pengajaran,” jelasnya. Semenjak semester permulaan, lanjut Iwan, mahasiswa diajak lantas bersentuhan dengan lingkungan kelas dan pengajaran secara berjenjang. “Tujuannya supaya mahasiswa tak cuma belajar teori melainkan juga bisa mengamati secara lantas masalah yang ada di dalam kelas sehingga diinginkan mereka siap dan cakap menjawab tantangan yang ada,” tutupnya.

 

 

Baca Juga : Sekolah Internasional di Jakarta